Video Promosi 1 (lidah buaya)
tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa bermanfaat, seperti vitamin, mineral, atau zat aktif, yang berkhasiat sebagai obat untuk mencegah, mengatasi, atau menyembuhkan penyakit, baik yang ditanam atau tumbuh liar.
emot
๐ฟ Tanaman Herbal ๐ฟ
tls
Natural • Sehat • Simpel
Kamis, 30 Oktober 2025
Senin, 20 Oktober 2025
resep dan pengolahan
- LIDAH BUAYA
- Cucilah daun lidah buaya yang kamu punya sampai bersih. Setelah itu, hilangkanlah duri yang ada di kedua sisi daun tersebut dengan cara memotongnya. Jangan khawatir apa bila bagian dalam daun berlendir karena itu adalah hal yang normal.
- Langkah yang selanjutnya adalah mengupas bagian luar daun. Kupaslah semua kulit daun lidah buaya yang berwarna hijau lalu pisahkan getah kuning daun lidah buaya menggunakan pisau yang sama.
- Ambilah gel lidah buaya yang berwarna bening yang terdapat di bagian dalam daun dengan menggunakan sendok kecil lalu taruhlah gel tersebut di dalam wadah mangkuk yang berukuran kecil.
- Untuk cara membuat jus lidah buaya, kamu butuh setidaknya dua sendok makan gel lidah buaya. Ambillah gel lidah buaya tersebut dan masukkan ke dalam blender. Masukkan air dan blenderlah dengan menggunakan kecepatan rendah selama tiga hingga lima menit.
- Kalau kamu suka, kamu bisa menambahkan air perasan lemon ataupun jeruk nipis segar ke dalam jus milikmu. Ini akan membuat jusmu terasa semakin enak, lezat, dan menyegarkan.
berikut video pembuatan minuman lidah buaya :
2. DAUN KELOR
daun kelor tidak hanya untuk membuat rebusan air daun kelor saja,tetapi banyak sekali yang dapat kita olah dengan daun kelor seperti berikut :
- Rebusan Daun Kelor
- Sayur bening daun kelor
- Teh daun kelor
- Bubuk daun kelor
Sumber : pengolahan daun kelor
- Wedang jahe
- Kupas dan memarkan jahe.
- Rebus jahe dan daun pandan dengan air hingga harum. Volume air akan berkurang, saya masak dari 500ml menjadi 300 ml dengan waktu 20 menit api kecil sedang.
- Angkat, saring, lalu tuang ke gelas.
- Tambahkan gula pasir ke dalam gelas, aduk hingga larut. Sajikan hangat.
- Manisan Jahe
- Siapkan alat yang akan digunakan seperti wajan, talenan, pisau, kompor dan tentu saja bahan yang akan dibuat manisan basah, yaitu jahe, gula pasir dan air bersih
- Kemudian iris jahe yang akan digunakan, bisa setipis mungkin sesuai dengan selera permintaan konsumen. Dianjurkan sebaiknya menggunakan jahe gajah untuk menghasilkan jahe yang bersih, ukuran besar dan jumlahnya banyak
- Kemudian masukkan irisan jahe tersebut kedalam wajan dan ditambah air secukupnya,
- kemudian ditambahkan dengan gula pasir sebanyak yang diinginkan. Selanjutnya dipanaskan bahan tersebut sambil diaduk-aduk sesekali agar tidak hangus.
- Setelah matang, jahe melunak dan air gula menyusut.
- Setelah jahe dingin, dilakukan pengemasan manisan jahe dalam wadah toples kaca atau dipacking dalam plastik dan diberi label sehingga menarik konsumen yang menyukai manisan jahe tersebut
- Kemudian manisan jahe siap dipasarkan dengan harga yang dapat bersaing dengan makanan lainnya.
- Teh bawang putih
- minyak bawang putih
- Dalam masakan sehari - hari
- Bubur/Nasi Liwet/Nasi Uduk: Daun salam sering digunakan sebagai bumbu tunggal dalam hidangan nasi untuk memberikan aroma yang harum.
- Sayur Lodeh, Oseng, Tahu, Tempe: Digunakan bersama bumbu lain untuk memperkaya rasa.
- Pepes: Ditambahkan ke dalam bungkusan pepes untuk menambah aroma sedap.
- Masakan Daging/Ikan: Daun salam membantu menghilangkan bau amis pada rendaman daging atau ikan, serta dalam masakan berkuah seperti sup atau soto.
- 5-10 lembar daun salam segar atau kering yang sudah dicuci bersih.
- 1 liter air (atau sekitar 2-3 gelas air).
- pembuatan :
- Rebus daun salam dalam air hingga mendidih.
- Kecilkan api dan biarkan mendidih perlahan sampai air menyusut menjadi sekitar setengahnya (sekitar 500 ml atau satu gelas, tergantung jumlah air awal).
- Saring air rebusan dan biarkan dingin.
- Minum air rebusan ini 1-2 kali sehari
- pengolahan dan penyimpanan daun salam
- Cuci dan Keringkan: Cuci daun salam segar, tiriskan, dan pastikan benar-benar kering sebelum disimpan.
- Penyimpanan di Kulkas: Masukkan daun salam yang sudah kering ke dalam kantong plastik tertutup (ziplock) atau wadah kedap udara. Simpan di dalam kulkas untuk menjaga kesegarannya selama beberapa hari hingga satu minggu.
- Pengeringan Udara: Tata daun salam segar dalam satu lapisan di atas loyang dan tutupi dengan tisu dapur. Letakkan di tempat yang gelap, kering, dan berventilasi baik, terhindar dari sinar matahari langsung. Daun akan mengering dalam waktu sekitar dua minggu. Balik daun sesekali agar kering merata.
- Penyimpanan Jangka Panjang: Setelah kering sempurna, simpan daun salam kering dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk, gelap, dan kering (suhu ruangan). Hindari kelembapan untuk mencegah jamur dan menjaga aromanya tetap kuat.
profil tanaman
- LIDAH BUAYA
- Mesir Kuno:Dikenal sebagai "tanaman keabadian," lidah buaya dipersembahkan untuk firaun dan digunakan oleh ratu seperti Nefertiti dan Cleopatra untuk perawatan kulit.
- Bangsa Asiria dan Sumeria:Menggunakan lidah buaya untuk mengobati pencernaan dan peradangan, seperti yang tercatat pada lempengan tanah liat sekitar tahun 2200 SM.
- Yunani Kuno: pedanius dioscordies, seorang tabib, mendeskripsikan lidah buaya secara lengkap dalam bukunya De Materia Medica dan mencatat manfaatnya untuk berbagai kondisi seperti sembelit, luka, dan sakit mata.
- Peradaban lain:Bangsa Arab, India, dan Tiongkok juga memiliki catatan penggunaan lidah buaya dalam pengobatan tradisional mereka.
- Air : Sekitar 99,5% dari lidah buaya adalah air yang membuatnya sangat lembab.
- Vitamin: Mengandung vitamin A, C, dan E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh.
- Lemak : Memiliki kandungan sekitar 0,067%.
- Mineral : Seng, Calsium, Sodium, Magnesium, Potasium, Iron, dan juga Chromium.
- Enzim : Cellulose, Carboxypepilase, Amylase, Carboxyhelulose, Catalase, dan juga Bradykinase.
- Asam Amino : Glycine, Arginin, Histidine, Serine, Aspartat Acid, Analine, Glutamat, Aspargin, Phenil alanine, Threonine, dan juga Isoliucine.
- Bentuk dan Ukuran: Berbentuk bulat telur (oval) dan ukurannya kecil-kecil, seperti sebesar ujung jari, dengan tepi daun yang rata.
- Warna: Berwarna hijau terang saat muda dan menjadi lebih gelap (hijau tua atau hijau kecokelatan) saat matang.
- Susunan: Bersusun majemuk dalam satu tangkai yang panjang, dengan banyak anak daun dalam satu tangkai.
- Permukaan dan Tepi: Permukaan daunnya halus, sedangkan tepinya rata dan pangkalnya membulat.
- Tulang daun : memiliki susunan tulalng daun menyirip.
- protein:Kandungan protein nabati yang tinggi menjadikannya sumber protein yang baik.
- vitamin
- Vitamin C: Membantu melawan penyakit kronis dan mempercepat penyembuhan luka.
- Vitamin A : Penting untuk kesehatan mata.
- Vitamin B6 dan Riboflavin (B2): Masing-masing memiliki peran penting dalam metabolisme tubuh.
- mineral
- Kalsium dan Fosfor: Penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
- Kalium: Membantu mengatur tekanan darah.
- Zat besi : berperan dalam mencegah anemia karen vitamiin c dalam daun kelor membantu penyerapan zat besi
- Anti oksidan
- Flavonoid: Senyawa seperti quercetin, kaempferol, dan isohamnetin bekerja sebagai antioksidan kuat untuk melawan radikal bebas.
- Asam Fenolik: Termasuk asam galat, yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker.
- Batang:Berupa batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, dengan tinggi rata-rata 30-100 cm.
- Daun:Berbentuk lanset memanjang atau sempit, dengan ujung runcing, dan tersusun berselang-seling atau rapat pada batang. Permukaannya berbulu halus dan berwarna hijau cerah.
- Bunga:Tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan warna hijau kekuningan, serta memiliki bibir bunga dan kepala putik berwarna ungu.
- Rimpang (Akar):Bagian yang paling khas, berupa akar yang tumbuh di dalam tanah. Rimpang ini bercabang, memiliki kulit luar berwarna cokelat kotor, dan daging berwarna kuning hingga kemerahan. Rimpang ini memiliki aroma khas yang harum dan rasa yang pedas.
- Tinggi:Tanaman jahe bisa mencapai ketinggian sekitar 0,4 hingga 1 meter.
- Serat: 12 gram per 100 gram jahe
- Karbohidrat: 10,1 gram per 100 gram jahe
- Protein: 1,5 gram per 100 gram jahe
- Lemak: 1 gram per 100 gram jahe
- Kalium: 441,7 miligram per 100 gram jahe
- Fosfor: 39 miligram per 100 gram jahe
- Kalsium: 21 miligram per 100 gram jahe
- Zat Besi: 1,6 miligram per 100 gram jahe
- Vitamin C: 4 miligram per 100 gram jahe
- Niasin (Vitamin B3): 3,3 miligram per 100 gram jahe
- Bentuk: Umumnya bulat atau bulat telur.
- Ukuran: Diameter rata-rata sekitar 4 hingga 6 cm.
- Warna: Kulit luar berwarna putih mengkilap.
- Siung: Terdiri dari beberapa siung (umumnya 8-20 siung) yang terbungkus oleh 3-5 selaput tipis. Ada juga jenis bawang putih tunggal yang hanya memiliki satu siung besar utuh.
- Tekstur: Saat segar, permukaannya terasa kering dan tidak berair.
- Makronutrien :
- Kalori: Sekitar 4,5 kkal per siung (sekitar 3 gram).
- Karbohidrat: Sekitar 1 gram per siung.
- Protein: Sekitar 0,2 gram per siung.
- Lemak: Sangat rendah, sekitar 0,03 gram per siung.
- Serat: Sekitar 0,06 gram per siung
- vitamin : vitamin B6, vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B3.
- Mineral : mangan, selenium, kalsium, fosfor, zat besi, seng, kalium dan magnesium.
- senyawa bioaktif :
- Allicin:Senyawa belerang yang aktif secara biologis, bertanggung jawab atas bau dan rasa bawang putih, serta banyak manfaat kesehatannya.
- Tiosulfinat:Prekursor utama allicin, termasuk senyawa S-allyl-L-cysteine sulfoxide.
- Bentuk: Tunggal, lonjong hingga elips atau bundar telur sungsang. Ujung daun meruncing dan pangkalnya juga runcing.
- Ukuran: Panjang sekitar 5–15 cm dan lebar 3–8 cm.
- Warna: Hijau tua pada permukaan atas yang licin, dan hijau muda pada permukaan bawah.
- Pertulangan: Pertulangan daun menyirip.
- Tepi: Rata.
- Tangkai: Tangkai daun memiliki panjang sekitar 0,5–1 cm.
- Aroma: Menghasilkan aroma khas seperti herbal dan kayu, dengan sedikit nuansa jeruk dan eukaliptus saat diremas.
- Rasa: Memiliki rasa pahit dan menyengat.
- Antioksidan: Flavonoid, tanin, dan polifenol berfungsi melawan radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan.
- Vitamin: Mengandung vitamin A, vitamin C, dan vitamin B6 yang berperan dalam meningkatkan imunitas.
- Mineral: Memiliki mineral seperti magnesium, kalium, zat besi, dan seng.
- Senyawa lain: Mengandung senyawa seperti quercetin, euganol, dan fitonutrien yang berkhasiat untuk kesehatan.
- Serat: Sumber serat pangan yang baik.
-
lidah buaya (aloe vera) adalah tanaman sukulen asli jazirah arab yang digunakan secara luas dalam pengobatan, kecantikan, makanan, ...
-
LIDAH BUAYA Gambar diatas merupakan minuman yang dihasilakan dari gel lidah buaya berikut cara pengolahannya : - Cucilah daun lidah buaya ya...
-
LIDAH BUAYA lidah buaya (aloe vera) adalah tanaman sukulen asli jazirah arab yang digunakan secara luas dalam pengobatan, kecantik...