emot

๐ŸŒฟ Tanaman Herbal ๐ŸŒฟ

๐Ÿชด
Lidah Buaya
๐ŸŒฟ
Daun Kelor
๐Ÿƒ
Daun Sirih
๐Ÿซš
Jahe
๐Ÿง„
Bawang
๐ŸŒฑ
Daun Salam
๐ŸŸ 
Kunyit
๐Ÿงก
Temulawak

tls

|

Natural • Sehat • Simpel

Senin, 20 Oktober 2025

profil tanaman

  1. LIDAH BUAYA

        lidah buaya (aloe vera) adalah tanaman sukulen asli jazirah arab yang digunakan secara luas dalam pengobatan, kecantikan, makanan, minuman, dan sebagainya.  Sejarah lidah buaya sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dimulai dari mesir kuno yang menyebutnya tanaman keabadian dan menggunakannya dalam ritual pemakaman para firaun. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai budaya, termasuk Yunani, India, Tiongkok, dan Arab, yang semuanya memiliki catatan penggunaan tradisionalnya untuk pengobatan dan kecantikan. Nama "aloe vera" berasal dari bahasa Arab "aloe" (zat pahit yang bersinar) dan bahasa Latin "vera" (sejati). 
Penggunaan sejak masa kuno :
  • Mesir Kuno: 
    Dikenal sebagai "tanaman keabadian," lidah buaya dipersembahkan untuk firaun dan digunakan oleh ratu seperti Nefertiti dan Cleopatra untuk perawatan kulit.
  • Bangsa Asiria dan Sumeria: 
    Menggunakan lidah buaya untuk mengobati pencernaan dan peradangan, seperti yang tercatat pada lempengan tanah liat sekitar tahun 2200 SM.
  • Yunani Kuno: pedanius dioscordies
    , seorang tabib, mendeskripsikan lidah buaya secara lengkap dalam bukunya De Materia Medica dan mencatat manfaatnya untuk berbagai kondisi seperti sembelit, luka, dan sakit mata. 
  • Peradaban lain: 
    Bangsa Arab, India, dan Tiongkok juga memiliki catatan penggunaan lidah buaya dalam pengobatan tradisional mereka. 

Ciri - ciri lidah buaya : 

        Aloe vera adalah tumbuhan tanpa batang atau berbatang pendek, dengan tinggi hingga 60–100 cm dan dapat berkembang biak dengan tunas.  Dedaunannya berdaging tebal, berwarna hijau atau hijau keabuan, dan sebagian varietas memiliki bintik putih pada permukaan batangnya.  Pinggir daunnya berbentuk serrata (seperti gergaji) dengan gerigi putih kecil. Bunga-bunganya tumbuh pada musim panas di sebuah tangkai setinggi hingga 90 cm. Setiap bunga tersebut berposisi menggantung, dan mahkotanya berbentuk tabung sepanjang 2–3 cm. Seperti spesies-spesies Aloe lainnya, Aloe vera membentuk simbiosis mikoriza arbuskula bersama jamur, sehingga meningkatkan ketersediaan mineral dari tanah. Daun Aloe vera mengandung senyawa - senyawa fitokimia yang sedang diteliti bioaktivitasnya, seperti senyawa manan terasilitsi, polimanan, antrakuinon C-glikosida, dan senyawa antrakuinon lain seperti emodin dan senyawa-senyawa lektin. berikut adalah bentuk dari gel lidah buaya yang digunakan : 


kandungan utama lidah buaya :
  • Air : Sekitar 99,5% dari lidah buaya adalah air yang membuatnya sangat lembab.
  • Vitamin: Mengandung vitamin A, C, dan E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh. 
  • Lemak : Memiliki kandungan sekitar 0,067%.
  • Mineral : Seng, Calsium, Sodium, Magnesium, Potasium, Iron, dan juga Chromium.
  • Enzim : Cellulose, Carboxypepilase, Amylase, Carboxyhelulose, Catalase, dan juga Bradykinase.
  • Asam Amino : Glycine, Arginin, Histidine, Serine, Aspartat Acid, Analine, Glutamat, Aspargin, Phenil alanine, Threonine, dan juga Isoliucine. 



2. DAUN KELOR



        Sejarah daun kelor dimulai dari wilayah kaki gunung himalaya di india utara, sebelum menyebar ke afrika dan negara - negara tropis termasuk indonesia. Tanaman ini telah digunakan sebagai obat tradisional selama ribuan tahun, bahkan tercatat dalam kitab kuno India seperti Shushruta Sanhita. Berkat berbagai manfaat kesehatannya, daun kelor dikenal sebagai "pohon ajaib" dan kini dibudidayakan secara luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. 
        Tanaman kelor juga dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah kering dan gersang, sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai tanaman penghijauan di daerah-daerah yang memiliki iklim kering. Dalam beberapa negara, tanaman kelor dijadikan program pemulihan tanah kering dan gersang, seperti di Ethiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya. Tanaman ini juga dianggap sebagai "miracle tree" karena kemampuannya untuk bertahan pada iklim ekstrim.

 ciri -ciri daun kelor :
  • Bentuk dan Ukuran: Berbentuk bulat telur (oval) dan ukurannya kecil-kecil, seperti sebesar ujung jari, dengan tepi daun yang rata. 
  • Warna: Berwarna hijau terang saat muda dan menjadi lebih gelap (hijau tua atau hijau kecokelatan) saat matang.
  • Susunan: Bersusun majemuk dalam satu tangkai yang panjang, dengan banyak anak daun dalam satu tangkai. 
  • Permukaan dan Tepi: Permukaan daunnya halus, sedangkan tepinya rata dan pangkalnya membulat. 
  • Tulang daun : memiliki susunan tulalng daun menyirip.
kandungan utama daun kelor :
  • protein: 
    Kandungan protein nabati yang tinggi menjadikannya sumber protein yang baik.
  • vitamin 
    • Vitamin C: Membantu melawan penyakit kronis dan mempercepat penyembuhan luka.  
    • Vitamin A : Penting untuk kesehatan mata. 
    • Vitamin B6 dan Riboflavin (B2): Masing-masing memiliki peran penting dalam metabolisme tubuh. 
  • mineral 
    • Kalsium dan Fosfor: Penting untuk kesehatan tulang dan gigi. 
    • Kalium: Membantu mengatur tekanan darah. 
    • Zat besi : berperan dalam mencegah anemia karen vitamiin c dalam daun kelor membantu penyerapan zat besi 
  • Anti oksidan 
    • Flavonoid: Senyawa seperti quercetin, kaempferol, dan isohamnetin bekerja sebagai antioksidan kuat untuk melawan radikal bebas. 
    • Asam Fenolik: Termasuk asam galat, yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker. 



3. JAHE 




        Nama generik jahe, Zingiber , berasal dari kata Yunani zingiberis , yang berasal dari nama sansekerta untuk rempah-rempah, singabera . Penggunaannya di india dan tiongkok telah dikenal sejak zaman kuno, dan pada abad ke-1 Masehi, para pedagang telah membawa jahe ke wilayah Mediterania. Pada abad ke-11, jahe sudah dikenal luas di inggris .Orang spanyol membawanya ke hindia barat dan meksiko segera setelah penaklukan, dan pada tahun 1547 jahe diekspor dari santiago ke Spanyol. ada Abad Pertengahan, jahe adalah salah satu rempah paling populer di Eropa. Popularitasnya tak lepas dari keyakinan masyarakat bahwa jahe dapat menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan.Buktinya, di Inggris pada abad ke-14, jahe bahkan sempat lebih mahal dari seekor domba. Namun, di sisi lain, Indonesia merupakan tanah yang subur bagi jahe, menjadikannya komoditas rempah yang vital. Peran kolonialisme Belanda juga signifikan dalam mendistribusikan jahe ke Eropa dan berbagai koloninya.


Ciri - cir jahe :
  • Batang: 
    Berupa batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, dengan tinggi rata-rata 30-100 cm. 
  • Daun: 
    Berbentuk lanset memanjang atau sempit, dengan ujung runcing, dan tersusun berselang-seling atau rapat pada batang. Permukaannya berbulu halus dan berwarna hijau cerah. 
  • Bunga: 
    Tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan warna hijau kekuningan, serta memiliki bibir bunga dan kepala putik berwarna ungu. 
  • Rimpang (Akar): 
    Bagian yang paling khas, berupa akar yang tumbuh di dalam tanah. Rimpang ini bercabang, memiliki kulit luar berwarna cokelat kotor, dan daging berwarna kuning hingga kemerahan. Rimpang ini memiliki aroma khas yang harum dan rasa yang pedas. 
  • Tinggi: 
    Tanaman jahe bisa mencapai ketinggian sekitar 0,4 hingga 1 meter. 
kandungan nutrisi jahe :
  • Serat: 12 gram per 100 gram jahe
  • Karbohidrat: 10,1 gram per 100 gram jahe
  • Protein: 1,5 gram per 100 gram jahe
  • Lemak: 1 gram per 100 gram jahe
  • Kalium: 441,7 miligram per 100 gram jahe
  • Fosfor: 39 miligram per 100 gram jahe
  • Kalsium: 21 miligram per 100 gram jahe
  • Zat Besi: 1,6 miligram per 100 gram jahe
  • Vitamin C: 4 miligram per 100 gram jahe
  • Niasin (Vitamin B3): 3,3 miligram per 100 gram jahe
Sumber : profil tanaman jahe



5. BAWANG PUTIH


        Bawang putih adalah salah satu spesies tumbuhan dari famili Amaryllidaceae (suku bakung-bakungan). Spesies ini memiliki kebiasaan membetuk umbi lapis. Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Allium sativum ini berasal dari bioma beriklim sedang dengan rentang sebaran mulai dari Asia tengah hingga Iran timur laut. Bawang putih juga dikenal dengan sebutan lain yaitu bawang bodas (Sunda). Nama ilmiah Allium sativum pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1753. bawang putih mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7000 tahun, terutama tumbuh di asia tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar laut tengah, serta bumbu umum asia, afrika, dan eropa. dikenal di catatan mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan maupun pengobatan. umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan indonesia. 

ciri - ciri bawang putih :
  • Bentuk: Umumnya bulat atau bulat telur.
  • Ukuran: Diameter rata-rata sekitar 4 hingga 6 cm.
  • Warna: Kulit luar berwarna putih mengkilap.
  • Siung: Terdiri dari beberapa siung (umumnya 8-20 siung) yang terbungkus oleh 3-5 selaput tipis. Ada juga jenis bawang putih tunggal yang hanya memiliki satu siung besar utuh.
  • Tekstur: Saat segar, permukaannya terasa kering dan tidak berair.
    
kandungan nutrisi bawang putih :
  • Makronutrien : 
    • Kalori: Sekitar 4,5 kkal per siung (sekitar 3 gram).
    • Karbohidrat: Sekitar 1 gram per siung.
    • Protein: Sekitar 0,2 gram per siung.
    • Lemak: Sangat rendah, sekitar 0,03 gram per siung.
    • Serat: Sekitar 0,06 gram per siung
  • vitamin : vitamin B6, vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B3.
  • Mineral : mangan, selenium, kalsium, fosfor, zat besi, seng, kalium dan magnesium. 
  • senyawa bioaktif :
    • Allicin: 
      Senyawa belerang yang aktif secara biologis, bertanggung jawab atas bau dan rasa bawang putih, serta banyak manfaat kesehatannya.
    • Tiosulfinat: 
      Prekursor utama allicin, termasuk senyawa S-allyl-L-cysteine ​​sulfoxide.




6. DAUN SALAM


        Daun salam (Syzygium polyanthum) adalah tanaman rempah yang dikenal memiliki kandungan fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid yang bermanfaat untuk kesehatan. berasal dari negara-negara yang berbatasan dengan laut mediterania. Tanaman ini populer sebagai rempah  yang digunakan dalam pengawetan dan marinasi, serta untuk membumbui semur, isian, dan ikan, daun salam memiliki aroma yang lembut tetapi memiliki rasa pahit. Daun salam telah dibudidayakan sejak zaman kuno; daunnya membentuk karangan bunga laurel yang memahkotai atlet pemenang di Yunani kuno. Daun salam telah digunakan sebagai obat setidaknya sejak abad pertengahan.
Ciri - ciri daun salam :
  • Bentuk: Tunggal, lonjong hingga elips atau bundar telur sungsang. Ujung daun meruncing dan pangkalnya juga runcing.
  • Ukuran: Panjang sekitar 5–15 cm dan lebar 3–8 cm.
  • Warna: Hijau tua pada permukaan atas yang licin, dan hijau muda pada permukaan bawah.
  • Pertulangan: Pertulangan daun menyirip.
  • Tepi: Rata.
  • Tangkai: Tangkai daun memiliki panjang sekitar 0,5–1 cm.
Aroma daun salam :
  • Aroma: Menghasilkan aroma khas seperti herbal dan kayu, dengan sedikit nuansa jeruk dan eukaliptus saat diremas.
  • Rasa: Memiliki rasa pahit dan menyengat.
Kandungan nutrisi daun salam :
  • Antioksidan: Flavonoid, tanin, dan polifenol berfungsi melawan radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan.
  • Vitamin: Mengandung vitamin A, vitamin C, dan vitamin B6 yang berperan dalam meningkatkan imunitas.
  • Mineral: Memiliki mineral seperti magnesium, kalium, zat besi, dan seng.
  • Senyawa lain: Mengandung senyawa seperti quercetin, euganol, dan fitonutrien yang berkhasiat untuk kesehatan.
  • Serat: Sumber serat pangan yang baik.

cara budidaya

  1.  LIDAH BUAYA

    Budidaya lidah buaya dimulai dengan memilih bibit, baik anakan dari tanaman induk atau stek daun yang telah dikeringkan selama beberapa hari.
  • Siapkan pot : Siapkan pot dengan lubang drainase atau jika Anda menggunakan pot bekas, cuci bersih terlebih dahulu. Setelah itu, letakkan sepotong kain tipis di dalam pot atau di atas lubang drainase. Fungsinya untuk menjaga tanah agar tidak jatuh terbawa air saat menyiramnya.

  • Tanam lidah buaya : Isi pot yang sudah disiapkan sebelumnya dengan tanah sekitar sepertiga penuh, yang dicampur dengan pupuk. Kemudian tanam lidah buaya.

  • Jangan menyiramnya setelah ditanam : Setelah Anda memasukkan lidah buaya ke pot yang baru, jangan menyiramnya setidaknya selama seminggu. Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya pembusukan dan memberikan waktu bagi tanaman untuk mengeluarkan akar baru.

  • Jauhkan dari sinar matahari secara langsung : Sampai tanaman lidah buaya berakar, letakkan lidah buaya di tempat yang hangat, namun tidak terkena cahaya matahari secara langsung. 

  • Jaga suhu lingkungan : Lidah buaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada suhu antara 13°C hingga 27°C. Dari Mei hingga September.

  • Pemupukan : Sama seperti tanaman pada umumnya, selain butuh penyiraman, lidah buaya juga butuh diberi pupuk sebagai tambahan nutrisi agar tumbuh sehat.

  • Repotting : Jika lidah buaya sudah tumbuh besar dan akarnya tumbuh dengan baik, lakukanlah repotting atau mengganti pot dengan ukuran yang lebih besar dari pot yang sebelumnya. 

  • Berkembang biak : Setelah berbunga dan cukup umur, lidah buaya akan memunculkan benih baru atau biasa disebut anakan lidah buaya. Anakan ini akan tumbuh di dekat sang induk atau lidah buaya yang besar.




2. DAUN KELOR
        daun kelor dapat dibudidaya melalui biji atau stek batang
  • budidaya melalui biji 

    • Pilih biji kelor berkualitas baik dari polong yang tua dan keringkan di bawah sinar matahari. 
    • Rendam biji dalam air hangat (sekitar 40 - 50C) selama 24 jam. buang biji yang mengapung dan pilih yang tenggelam untuk kualitas terbaik.
    • Siapkan media semai dari campuran tanah gembur, humus, dan pupuk kandang. 
    • Tanam biji ke dalam polybag atau pot kecil yang sudah dilubangi. 
    • Letakkan di tempat yang teduh dan jaga kelembapan media dengan menyiramnya secara teratur. 
    • Perkecambahan biasanya terjadi dalam 7-12 hari.
    • Setelah bibit tumbuh mencapai 1-2 daun atau sekitar 15 cm, pindahkan ke tempat yang lebih terang dan pot atau lahan yang lebih besar. 
    • Setelah dipindahkan, letakkan di tempat yang agak teduh selama seminggu untuk adaptasi sebelum dipindahkan ke tempat terbuka dan mendapat sinar matahari penuh.
    • Terus siram secara teratur pagi atau sore hari untuk menjaga kelembapan, terutama pada tahap awal pertumbuhan.  
       
  • budidaya melalui stek

    • Pilih batang induk: 
      Gunakan batang dari pohon kelor yang sehat dan berusia sekitar 1,5 tahun dengan warna kulit hijau kebiruan. 
    • Potong batang: 
      Potong batang kelor dengan panjang sekitar 50-70 cm. Diameter batang yang lebih besar (sekitar 4-5 cm) memiliki peluang hidup lebih baik.
    • Runcingkan ujung: 
      Runcingkan atau potong serong ujung bawah batang yang akan ditanam untuk memudahkan penyerapan air dan penyerapan nutrisi. 
       
    • Media tanam: 
      Gunakan media tanam yang gembur, seperti campuran tanah dan kompos dalam polybag atau langsung di lahan. 
    • Tancapkan stek: 
      Tancapkan bagian bawah stek ke dalam media tanam, jangan terlalu dalam. Padatkan tanah di sekitar batang.
    • Perawatan awal: 
      Siram secara teratur (sekitar 5-7 hari sekali) dan hindari tanah yang becek agar akar tidak membusuk. 
    • Penopang: 
      Jika steknya tinggi atau batangnya besar, berikan tiang penopang agar tidak mudah roboh. 
    • Sungkup (opsional): 
      Untuk melindungi dari cuaca ekstrem, Anda bisa menyungkup stek dengan plastik. Pastikan ada sedikit ruang agar tunas tidak terhambat pertumbuhannya. 


3. JAHE 


  • Memilih Bibit atau Rimpang, Tahap awal dimulai dengan memilih bibit atau rimpang jahe yang segar, berukuran besar, berkualitas baik, dan banyak memiliki mata tunas dengan usia 10 bulan.
  • Memotong Rimpang Jahe, Kemudian membuat kecambah dahulu bibit jahe dengan memotong rimpang jahe. Kemudian susun potongan rimpang di tempat sejuk hingga tumbuh tunas.
  • Menyiapkan Pot atau Polybag, Selanjutnya, mulai persiapkan pot atau polybag dengan ukuran diameter kurang lebih 40 cm.
  • Menyiapkan Media Tanam, Setelah menyiapkan pot kemudian menyiapkan media tanam. Menanam jahe, dianjurkan menggunakan media tanam dengan campuran sekam, kompos, pupuk kandang, dan tanah dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 2.
  • Mulai Menanam Jahe, Cara menanam jahe selanjutnya adalah  mulai melakukan penanaman dengan membuat lubang di tengah polybag sesuai ukuran bibit.
  • Merawat Jahe, Cara menanam jahe ini kemudian diharapkan bisa menghasilkan panen memuaskan. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari untuk menjaga media tanam agar tidak kering.

  • Mengendalikan Hama Tanaman Jahe, Selanjutnya, mulai kendalikan hama tanaman jahe. Mengendalikan hama dan penyakit dapat dilakukan penyemprotan pestisida secara berkala.



4. DAUN SIRIH


  • Persiapan media tanam, Media tanam yang digunakan untuk menanam sirih adalah campuran tanah degan pupuk kandang. Campuran media tanam tersebut kemudian dimasukan ke pot besar yang sudah diisi dengan kerikil, pecahan batu bata, atau arang agar air tidak selalu menggenang di dalam pot dan kelembapannya tetap optimal.
  • Pembibitan, Pembibitan sirih biasanya dilakukan dengan cara stek. Batang stek yang dipilih sebaiknya berasal dari batang tua yang sudah keluar akar. Bibit berupa stek tida bisa langsung ditanam di pot atau lahan.
  • Penanaman, Penanaman daun sirih sebaiknya dilakukann menjelang musim hujan agar bibit tidak mati akibat kekurangan air. Cara menanam daun sirih dilakukan dengan meletakan bibit pada pot berisi media tanam. Setelah itu, tutup perakaran bibit menggunakan media tanam hingga membentuk gundukan.
  • Memasang tegakan, Sirih merupakan tanaman merambat sehingga perlu pemasangan tegakan untuk menopangnya. Tegakan dipasang di samping tanaman sirih. Tegakan bisa dibuat dari bambu, kawat, atau kayu.
  • Pemeliharan, Seperti tanaman lain, sirih juga perlu perawatan intensif agar bisa tumbuh baik. Bentuk perawatan yang biasanya dilakukan adalah penyiraman, penyiangan, dan pemupukan.  Saat musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Akan tetapi, saat musim, kemarau penyiraman harus dilakukan setidaknya dua sampai empat hari sekali.



5. BAWANG PUTIH 


  • Persiapan lahan, Sebelum penanaman, lahan harus diolah dengan baik agar menjadi subur dan siap ditanami.
  • Penanaman bawang putih, Untuk memastikan hasil panen yang maksimal, pilihlah siung bawang putih yang besar. Penanaman dilakukan dengan menanam setengah siung bawang putih ke dalam tanah. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 cm x 20 cm atau 10 cm x 15 cm agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  • Pemupukan, proses ini pertama dilakukan saat pengolahan lahan, yaitu dengan menaburkan pupuk organik ke dalam tanah dan mencampurkannya. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berusia 15 hari, dan pemupukan terakhir dilakukan ketika tanaman mencapai usia 30 hari.
  • Pemeliharaan tanama bawang putih, Pemeliharaan tanaman bawang putih meliputi penyiraman, penyiangan, dan penyulaman. . Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman, biasanya dilakukan pada usia 2 hingga 3 minggu setelah tanam dan diulang pada usia 4 hingga 5 minggu.
  • Panen bawang putih, Saat bawang putih mencapai usia 3 hingga 4 bulan, tanaman mulai memasuki fase pemanenan. Salah satu tanda bawang putih siap panen adalah daun-daunnya mulai mengering. Sebelum panen, penyiraman dihentikan untuk menjaga umbi bawang putih agar tidak membusuk. 


6. DAUN SALAM
  • Pilih cabang yang sehat dan produktif dari pohon induk.
  • Potong batang dengan panjang sekitar 20-25 cm.
  • Potong bagian pangkalnya membentuk meruncing dan kupas sedikit kulitnya agar lebih mudah tumbuh akar.
  • anda bisa menanam di polybag atau pot
  • campurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1
  • letakan media tanam di dalam wadah
  • tanam batang yang sudah disiapkan ke dalam media tanam, pastikan bagian yang meruncing masuk ke tanah
  • padatkan media tanam di sekitar batang agar tidak goyah
  • Siram hingga media tanam lembap
  • Tutup wadah dengan sungkup plastik untuk menciptakan lingkungan yang lembap
  • Letakkan di tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung
  • Biasanya, tunas baru akan muncul sekitar 2 bulan kemudian
  • Setelah tunas baru tumbuh, pindahkan bibit ke lokasi penanaman permanen dengan cara yang sama
  • Untuk perawatan lanjutan, tanam di pot besar atau tanah yang memiliki drainase baik, dan berikan sinar matahari yang cukup.